Perlunya Kemitraan dalam Mengelola Potensi Hutan Bakau di Ulu Pulau Bengkalis
2. Sonneratiaceae
Sonneratiaceae atau jenis bakau pidada, merupakan bakau yang dapat hidup di area yang hanya terendam air 10-19 kali saja dalam satu bulan. Bakau jenis ini dapat hidup dalam keadaan lumpur saja. Adaptasi dari bakau pidada adalah menumbuhkan akar napas (pneumatophore) untuk mengambil oksigen dari udara.
3. Avicenniaceae
Avicenniaceae biasa disebut sebagai bakau api-api memiliki kemiripan dengan bakau pidada. Bakau ini juga hidup di area yang hanya terendam air 10-19 kali saja dalam satu bulan dan beradaptasi dengan menumbuhkan akar napas. Bakau api-api banyak ditemukan di daerah yang tanahnya agak berpasir dan dekat dengan laut.
4. Meliaceae
Bakau jenis ini tergabung ke dalam famili Meliaceae atau biasa disebut sebagai bakau nyirih. Bakau ini terbagi lagi ke dalam 2 jenis, Xylocarpus dan Hibiscus. Bakau jenis ini hanya dapat ditemui di daerah tertentu, terutama di daerah yang terendam secara musiman. Bakau ini menumbuhkan akar papan yang menjorok dan menonjol keluar sebagai bentuk adaptasi agar memudahkan dalam bernafas.
Peran dan Manfaat Hutan Bakau
Keberadaan hutan bakau di pesisir pantai ternyata memberikan banyak sekali manfaat bagi lingkungan. Bakau memiliki peran sebagai tameng ombak yang dapat mencegah terjadinya abrasi. Jika tidak ada bakau, pantai berpotensi mengalami abrasi sebagai akibat dari aktivitas ombak.
Hutan bakau juga menjadi ekosistem tersendiri bagi berbagai macam fauna baik yang di darat maupun laut. Beragam spesies ikan, udang, dan kepiting memanfaatkan akar-akar bakau sebagai tempat persembunyian mereka dari pemangsa dan sebagai tempat mencari makanan. Monyet, ular, dan tupai juga memanfaatkan dahan dan ranting bakau sebagai tempat tinggal mereka. Begitu pula dengan burung-burung yang membangun sarang di sana.
Tulis Komentar